Ratih

Ratih yakin ia telah menemukan jodohnya, Semara, pria baik dan mapan. Orang tuanya gembira bukan kepalang. Upacara pernikahan sudah dibicarakan, ditemuilah seorang pendeta untuk menemukan hari paling baik. Babi-babi, ayam kampung dan ayam broiler pun dipesan. Buah-buahan impor berwarna cerah diperlukan untuk sarana upacara, lebih cantik untuk dipajang tentunya. Kerabat dan tetangga akan dikerahkan untuk…

Penerbangan Kodok

Tiga ekor kodok sehat dengan pipi merona merah sedang bersantai selonjoran di pinggir kolam. Mereka adalah kodok-kodok yang luar biasa beruntung, kalian pasti tahu kenapa, ada banyak sekali saudara-saudara, kawan, bekas tetangga, buyut, kerabat atau sepupu jauh mereka sedang dibedah dan dikuliti di luar sana. Mereka adalah sahabat karib, masing-masing bernama Rodi, Joni dan Sam….

Oris

Ada bagian kenangan di masa kecilku yang ingin kuhapus, mereka adalah mimpi buruk yang permanen. Namun ada bagian lain yang hangat dan menakjubkan, akan kusimpan dengan baik. 17 tahun yang lalu aku ingat sedang rebahan di atas rumput, di bawah bayang-bayang pohon bunga matahari, ketika aku sedang menyembunyikan diri dari dunia. Aku sedang hanyut menikmati…

Reflektif

Kupindai wajah-wajah di sekelilingku, mencerna ekspresi para pelanggan yang sedang menikmati makan malam. Adakah kesedihan dan kebohongan di balik senyum, make up dan lipstik itu? Sebagian besar terlihat sempurna dan bahagia, tampak hidup. Sementara aku hanya zombie, sampai malam berakhir, sampai tahun yang melelahkan ini berganti. Atau… Atau mungkin untuk selamanya.

Aura #3

Part 2 “Aura menangis di kamar,” kata Marin, duduk di ruang tengah bersama ibunya. “Ia tak menemukan diarinya di manapun.” “Dia menghilangkannya?” “Kurasa terjatuh di sekitar mall,” sahut Marin mendesah. “Kami sudah mengecek ke sana tadi siang, dan tak menemukannya.”

Potret

(Reposted. Cerpen lama, tahun 2009 kurasa. Kisah macam ini mungkin sudah pernah diceritakan orang-orang lain, tapi aku dulu merasa harus menulis juga.) Puluhan wajah familiar bertebaran di sekeliling saat aku melangkah di koridor menuju ruang keluarga. Foto-foto bersejarah dalam pigura kayu menempel di sepanjang tembok putih berdebu, banyak terserang jamur dan pudar digerogoti waktu. Aku…

Aura #2

Part 1 Pria itu melangkah melewati batang-batang pepohonan tinggi dan rapat. Udara dingin sore hari menyelinap ke balik jaketnya, giginya bergemeletuk. Hutan bertambah lebat saja di matanya, ia tak ingat bagaimana bisa sampai di tempat itu. Ia hanya yakin, bahwa teman-teman seperjalanan menyuruhnya mencari kayu bakar untuk api unggun nanti malam, namun rupanya ia melangkah…

Aura #1

“Mama gak mungkin cuma membiarkannya di dalam kamar, kan?” ujar gadis itu, mengikat rambutnya yang dicat warna-warni. “Dia bisa mati di dalam sana tanpa seorang pun tahu!” Wanita tua itu sibuk dengan pekerjaan jahitan, hanya itu yg dilakukannya sepanjang lima jam ini. Marin mengamatinya sedang berusaha memasukkan benang ke dalam jarum dengan tangan gemetar. Kaca…

Tulah

Pria itu bersimpuh di lantai. “Maafkan aku Sri, kutukan itu kembali ke keluarga kami.” Istrinya baru saja meninggal saat melahirkan anak pertama mereka, diikuti hilangnya nyawa dokter dan dua perawat yang membantu persalinan. “Aku akan mengirimimu uang setiap bulan kalau kau bersedia merawat anak ini. Kau tentunya tahu ini pekerjaan yang mustahil dan berbahaya. Aku…